5 Alasan Mengapa Wanita Tidak Boleh Berolahraga Seperti Pria!

alat olahraga dirumah

Olahraga merupakan sebuah aktivitas kebugaran yang dilakukan dengan gerakan serta teknik tertentu. Tujuan dari olahraga sendiri adalah melatih tubuh agar tetap bugar dan sehat setiap saat. Oleh karenanya, setiap orang disarankan untuk rutin olahraga dirumah, baik pria maupun wanita.

Kekuatan tubuh antara pria dan wanita tidak sama sehingga intensitas olahraga cenderung lebih besar pria. Ada perbedaan mendasar yang membedakan pria dan wanita saat berolahraga yaitu tujuan atau target mereka dalam berolahraga. Itulah kenapa wanita tidak boleh melakukan olahraga seperti pria.

Inilah 5 alasannya :

  1. Wanita lebih baik dalam hal diet tinggi lemak

Wanita membakar lebih banyak lemak, lebih sedikit karbohidrat dan lebih sedikit protein daripada pria pada saat latihan dengan intensitas yang sama. Karena wanita  kurang mengandalkan karbohidrat sebagai energi. Pada wanita dan pria terdapat perbedaan lemak tubuh. Pada wanita, persentase lemak tubuh lebih tinggi daripada pria. Jika pada wanita persentase lemak tubuh mencapai hampir 25%, pada pria total lemak tubuh hanya berkisar 15%.

Wanita biasanya memiliki persentase lemak yang jauh lebih tinggi daripada pria dengan berat yang sama, tidak hanya pada tubuh mereka tetapi juga di dalam otot mereka, jadi masuk akal untuk menggunakan ini sebagai sumber energi utama. Wanita mungkin lebih baik beradaptasi dengan asupan protein yang lebih rendah daripada pria.

      2. Wanita lebih baik dalam hal High Repetition

Wanita lebih tahan terhadap kelelahan daripada pria, bahkan ketika wanita dan pria berolahraga dengan tingkat lamanya waktu yang sama. Hal ini dikarenakan wanita memiliki lebih banyak otot berkedut lambat dan mereka harus melatih serat tipe I mereka lebih banyak daripada pria untuk mencapai potensi penuh mereka. Ini dapat dilakukan dengan melakukan lebih banyak repetisi per set.

3.Wanita dapat menangani lebih banyak volume

Memiliki serat tipe I yang lebih besar dan lebih memungkinkan wanita untuk menangani lebih banyak volume daripada pria. Dengan wanita memiliki Hormone Esterogen sudah menjadi keunggulan tersendiri daripada pria.

Estrogen adalah hormon anti-katabolik yang membantu perbaikan otot, mengurangi pemecahan protein selama latihan dan melindungi Anda terhadap kerusakan otot. Hal ini memungkinkan perempuan untuk berlatih dengan volume pelatihan yang lebih tinggi tanpa menjadi terlalu cepat cidera.

4. Wanita harus melakukan pelatihan yang tidak terlalu eksplosif

Otot-otot wanita memiliki daya tahan yang hebat, sistem saraf wanita tidak seefisien yang dimiliki pria. Pria lebih meledak daripada wanita karena mereka dapat menghasilkan kekuatan lebih cepat. Area di otak yang mengontrol gerakan (motor cortex) sebenarnya secara harfiah lebih besar dari pada pria, bahkan setelah mengoreksi tinggi badan. Selama latihan eksplosif pada intensitas latihan yang sangat tinggi, seperti powerlifting, pria dapat melakukan lebih banyak repetisi daripada wanita.

Laki-laki hanya lebih kuat selama ledakan, kontraksi dinamis, tidak selama negatif berat atau kontraksi isometrik, bahkan pada intensitas tinggi. Jadi tidak benar bahwa wanita tidak boleh berlatih berat. Namun, wanita harus melatih kekuatan mereka. Latihan eksplosif tidak memungkinkan wanita untuk berolahraga dengan volume sebanyak pria

5. Wanita merespons lebih baik pada kardio stabil daripada HIIT

Wanita tidak bereaksi terhadap pelatihan interval intensitas tinggi, tapi cardio tetap berfungsi lebih baik untuk wanita. Dan bukan hanya secara fisik, perbaikan suasana hati dari latihan aerobik cenderung lebih besar pada wanita daripada pria.

Kebanyakan wanita secara intuitif menyadari kekuatan mereka di gym, tetapi mereka sering diminta berlatih seperti pria yang berakibat tidak memenuhi potensi atletik mereka. Wanita secara alami jauh lebih cenderung melakukan kardio , angkat beban dengan tempo yang lebih terkontrol, melakukan repetisi yang lebih tinggi, mengambil waktu istirahat yang lebih singkat dan melakukan lebih banyak workout dibandingkan pria. Jadi, jangan berlatih layaknya pria ya Ladies!

Sumber referensi: mennohenselmans.com, thefamousfitnessplan.com, dan doktersehat.com

WhatsApp chat